Tampilkan postingan dengan label Informasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Informasi. Tampilkan semua postingan
Bali adalah sebuah pulau yang juga merupakan sebuag provinsi yang berada di negara Indonesia yang dikenal dengan budaya khasnya yang bercirikan Hindu dengan banyaknya pura-pura. Selain hal tersebut Bali juga telah dikenal hingga Mancanegara akan sensasi alamnya terutama pesona pantai-pantai yang dimilikinya. Berikut 2 pantai dari sekian banyak pantai yang terdapat di Pulau Bali yang banyak dikenal luas hingga Mancanegara:

1. Pantai Kuta

Selain berada dekat dengan pusat kota atau bandara Internasional, Pantai Kuta juga memiliki panorama yang begitu menakjubkan hingga banyaknya turis lokal maupun mancanegara yang berbondong mengunjungi pantai ini hanya untuk sekedar berlibur melepas penat. Di pantai yang dahulu merupakan sebuah pelabuhan perdagangan besar ini para wisatawan dapat menikmati keindahan matahari tenggelam atau sunset. Selain itu para banyak peselancar kelas atas yang berkunjung ke Pantai Kuta yang dikenal memiliki ombak yang sangat menantang bagi para peselancar.

2. Pantai Sanur

Memiliki sunsen yang menakjubkan layaknya Pantai Kuta, Pantai Sanur juga dikenal akan keindahan sunrise-nya atau matahari terbitnya yang begitu mempesona. Terletak disebelah timur kota Denpasar, Pantai Sanur juga banyak di jadikan sebagai lokasi penyelaman oleh karena keindahan bawah lautnya. Rasanya tidak akan lengkap bila anda berlibur ke Pulau Bali tanpa mengunjungi Pantai Sanur ini.

2 Pantai Di Bali Yang Sudah Mendunia

Pertama Kali Api Ditemukan Dan Dimanfaatkan Oleh Manusia

Tentunya pada zaman manusia purba proses penemuan api merupakan bentuk inovasi yang sangat penting. Berdasarkan data arkeologi, penemuan api oleh manusia purba terjadi kira-kira sekitar 400.000 tahun yang lalu. Penemuan tersebut pada periode manusia Homo erectus.

Di samping untuk menghangatkan diri dari cuaca dingin, dengan api kehidupan menjadi lebih bervariasi yang menjadi modal dari berbagai kemajuan generasi. Teknologi api dapat dimanfaatkan manusia untuk berbagai hal. Di samping itu penemuan api jugamemperkenalkan manusia pada teknologi memasak makanan. Manusia juga menggunakan api sebagai senjata yang umumnya pada saat dahulu tersebut digunakan untuk menghalau binatang buas yang hendak menyerang.

Pada awalnya pembuatan api dilakukan dengan cara membenturkan dan menggosok benda halus yang mudah terbakar dengan benda padat lain. Sebuah batu yang keras, misalnya batu api apabila dibenturkan dengan batu keras lainnya maka akan menghasilkan percikan api. Percikan tersebut kemudian dengan lumut atau dedaunan kering dan atau material lainnya yang dapat menimbulkan api.

Selain dengan membenturkan benda keras, juga bisa dengan sepotong kayu keras yang digosok baik secara berputar, berulang, maupun bolak balik yang dapat menghasilkan panas kemudian menimbulkan api.

Pertama Kali Api Ditemukan Dan Dimanfaatkan Oleh Manusia

Penemuan Purbakala Di Desa Trinil, Ngawi

Trinil adalah sebuah desa dipinggiran Bengawan Solo yang masuk dalam wilayah administrasi Kabupaten Ngawi, Provinsi Jawa Timur. Tinggalan purbakala telah lebih dulu di temukan di daerah ini sebelum di temukannya Sangiran, yakni sebuah wilayah mirip dengan Trinil sebagai tempat ditemukannya peninggalan purbakala yang saat ini lebih dikenal ketimbang Trinil.

Ekskavasi yang dilakukan oleh Eugene Dubois dilakukan pada endapan alluvial Bengawan Solo. Dari lapisan ini ditemukan atap tengkorak Pithecanthropus erectus, dan beberapa tulang paha (utuh dan fragmen) yang menunjukan pemiliknya telah berjalan tegak. Berdasarkan beberapa penelitian yang dilakukan oleh para ahli, dapatlah direkontruksi beberapa jenis manusia purba yang pernah hidup di zaman praaksara, antara lain:

Penemuan Purbakala Di Desa Trinil, Ngawi

Peninggalan Kerajaan Pajajaran

Kerajaan Pajajaran berdiri pada tahun 1333 Masehi. Pertama kalinya kerajaan ini terletak di daerah Pakuan Bogor kemudian pindah ke Kawali (Ciamis).

Raja yang berkuasa dan berpengaruh antara lain Sri Jaya Bhupati. Pusat pemerintahannya di Kawali. Kemudia Sri Baduga Maharaja yang dikenal dengan sebutan Ratu Naji, pemerintahannya di Pakuan Pajajaran, pindah ke Bogor. Dan kemuadian Sri Ratu Jaya Dewata atau Prabu Siliwangi (tahun 1482-1521). Berikut peninggalan Kerajaan Pajajaran, antara lain:

  • Prasasti Rakyan Juru Panghambat (923 M),
  • Prasasti Horren,
  • Prasasti Citati Cibadak (1030 M),
  • Prasasti Astana Gede
  • Dan prasasti Batutulis Bogor (1333).

Peninggalan Kerajaan Pajajaran


Fosil manusia purba jenis Homo pertamakali diteliti oleh von Reitschoten di Wajak. Penelitian dilanjutkan oleh Eugene Dubois bersama kawan-kawan dan menyimpulkan sebagai jenis Homo.

Ciri-ciri dari manusia Homo ini bermuka lebar, hidung dan mulutnya menonjol, meski tidak semenonjol jenis Pithecanthropus. Bentuk fisiknya tidaklah jauh berbeda dengan manusia modern. Jenis manusia Homo ini hidup dan berkembang pada sekitar 40.000 - 25.000 tahun yang lalu. Tempat-tempat penyebarannya tidak hanya di kepulauan Indonesia tetapi juga Filipina dan Cina Selatan.

Homo sapiens artinya manusia sempurna, baik dari segi fisik, volume otak maupun postur badannya yang secara umum tidaklah memiliki perbedaan jauh dengan manusia modern. Terkadang juga Homo sapiens diartikan sebagai manusia bijak karena telah lebih maju dalam berfikir dan menyiasati tantangan alam.

Selanjutnya >>

Manusia Purba Jenis Homo

Kerajaan Kutai || Kerajaan Tertua Di Wilayah Nusantara

Kerajaan Kutai adalah sebuah kerajaan yang berdiri pada sekitar tahun 400 Masehi. Kerajaan tertua di wilayah Nusantara ini terletak di sebuah kota kecamatan yang kini bernama Muarakaman, Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur. Daerah ini  yang merupakan daerah percabangan antara Sungai Mahakam dengan Sungai Kedang Rantau.

Peninggalan sejarah yang membuktikan Kerajaan Kutai sebagai kerajaan Hindu pertama ialah ditemukannya prasasti berbentuk yupa menggunakan bahasa sang sanskerta dan huruf pallawa. Yupa adalah tiang batu pengikat hewan korban untuk dipersembahkan kepada Dewa.

Selain Yupa ditemukan pula kalung cina yang terbuat dari emas, satu arca bulus, dan 12 arca batu. Dari peninggalan prasasti diketahui bahwa Kudungga merupakan Raja Kutai yang pertama yang kemudian digantikan oleh putranya yang bernama Aswawarman dan kemudian digantikan oleh Raja Mulawarman.

Raja Mulawarman dikenal sebagai orang yang bijaksana dan telah membawa Kerajaan Kutai berkembang pesat.

Kerajaan Kutai || Kerajaan Tertua Di Wilayah Nusantara